Beberapa elemen mahasiwa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Nusantara menilai kebijakan bail out Bank Century oleh Boediono dan Sri Mulyani, keduanya saat itu anggota KSSK, telah membuat perekonomian Indonesia bangkrut secara sistemik.
“Kebijakan Boediono dan Sri Mulyani yang menggelontorkan dana talangan Century telah membangkrutkan ekonomi bangsa Indonesia secara sistemik,” kata Hadi, salah satu aktivis AMN, saat berorasi di atas mobil bak terbuka yang diparkir di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Massa Aliansi Mahasiswa Nusantara sendiri diperkirakan mencapai 700 orang.

Dikatakan Hadi, Aliansi Mahasiswa Nusantara tidak takut menuntut Boediono walau posisinya sebagai wakil presiden. Aliansinya akan terus berkomitmen menuntut pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.
“Kita akan terus menuntut Boedono apa pun jabatannya karena bertanggung jawab atas bail out Bank Century,” urainya.

Hadi, yang suaranya terdengar serak, tidak mau teman-temannya mundur dari aksi ini mengingat panasnya Jakarta sedang pada puncaknya. Ia pun mengomandoi teman-temannya dengan menyanyikan lagu. “Mundur-mundur si Budi, mundur si Budi sekarang juga,” demikian petikan syair yang mereka suarakan.

Aliansi beralasan Boediono dan Sri Mulyani para pemimpin negara harus mundur karena mereka tidak aspiratif terhadap kepentingan bangsa dan cenderung korup. Jika ini dteruskan maka yang ada bangsa ini akan mengalami kehancuran luar biasa. “Mudah-mudahan mereka yang berada di Istana (Negara) bertaubat,” sambungnya.

Jika nanti keduanya diusut, AMN menegaskan kepada penegak hukum agar menjatuhkan hukuman yang setimpal terhadap Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Kepada penegak hukum mudah-mudahan dalam mengawal hukum tidak berlaku zalim,” ungkapnya.